Halo, Sobat TGR! Bulan Agustus selalu menjadi momen spesial karena kita bisa merayakan hari kemerdekaan Indonesia dengan cara yang seru dan menyenangkan. Seperti kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim TGR bersama Voluntrip by Kitabisa dan Kawanpuan pada 16 Agustus lalu di RPTRA Bahari.
Berbeda dengan perayaan hari kemerdekaan pada umumnya, kegiatan ini menghadirkan sesuatu yang lebih menarik, nih! Tidak hanya diisi dengan perlombaan, tetapi kegiatan ini juga diselingi dengan edukasi seksual oleh Kawanpuan pada adik-adik binaan di kawasan RPTRA Bahari. Penasaran seperti apa keseruannya? Yuk, simak selengkapnya!
Satu per satu peserta mulai berdatangan, mulai dari kakak relawan hingga adik-adik binaan. Sambil menunggu seluruh peserta berkumpul, beberapa peserta mulai berkenalan satu sama lain. Tampak raut antusias pada wajah mereka yang menantikan akan seperti apa kegiatan di hari itu.
Kegiatan dibuka oleh Kak Nina dari Tim TGR selaku MC dengan sesi berkenalan yang unik, lho! Para peserta membentuk lingkaran besar dan diminta untuk menghafal nama masing-masing hanya dalam waktu lima menit. Kemudian, mereka harus menyebutkan minimal lima nama peserta yang sudah diajak berkenalan sebelumnya.

Sesi Perkenalan
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Suasana mulai menghangat usai sesi berkenalan ini. beberapa peserta terlihat tertawa sambil berbincang dengan peserta lain. Dengan tawa yang belum mereda, Kak Nina kembali memberitahukan bahwa kegiatan selanjutnya akan segera dimulai, yaitu ice breaking!
Ice breaking yang dimainkan kali ini adalah “tebak jumlah huruf”. Para peserta akan berputar sambil bernyanyi bersama. Kemudian, mereka harus membentuk lingkaran kecil berisi beberapa orang sesuai jumlah huruf pada kata yang akan disebutkan oleh Kak Nina.

Ice Breaking
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Sesi ice breaking ini membuat suasana kian akrab dan meriah, terlihat dari hebohnya para peserta dalam permainan yang sedang berlangsung. RPTRA Bahari seketika dipenuhi oleh gelak tawa. Ekspresi ceria dari para peserta menjadikan sesi ice breaking ini menjadi lebih bermakna.
Usai sesi ice breaking, para peserta kemudian dibagi menjadi 10 kelompok yang terdiri dari lima kakak relawan dan lima adik. Setelah itu, mereka langsung diarahkan untuk duduk di aula sesuai dengan kelompoknya masing-masing. Kak Elok dan Kak Intan selaku tim dari Kawanpuan pun hadir memberikan materi edukasi seksual kepada pada peserta.
Saat sesi edukasi, para peserta dibagikan cemilan untuk dimakan, sehingga sesi ini terasa lebih santai dan menyenangkan. Bukan sekadar teori, Kak Elok dan Kak Intan juga memberikan contoh skenario dari kekerasan seksual agar para peserta lebih memahami materi yang sedang dijelaskan.

Sesi Edukasi Seksual oleh Kak Elok dan Kak Intan
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Adapun istilah kekerasan seksual yang dijelaskan oleh Tim Kawanpuan ialah sebagai berikut:

Peserta saat Berdiskusi Tentang Kekerasan Seksual
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Usai memberikan materi dan berdiskusi tentang kekerasan seksual, para peserta diberitahukan bahwa kegiatan selanjutnya adalah bermain pos to pos. Nah, Sobat TGR mau lihat permainan apa saja yang akan dimainkan? Ikuti terus keseruannya, ya!
Saatnya Bermain!
Para peserta akan bermain di lima pos yang berbeda. Setiap pos akan diisi oleh dua kelompok yang akan saling berkompetisi. Permainan di setiap pos berlangsung selama tujuh menit dan masing-masing kelompok akan berpindah pos secara bergiliran. Adapun permainan di setiap pos adalah sebagai berikut:

Salah Satu Kelompok saat Menuju Pos
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Setiap permainan yang dimainkan menciptakan suasana yang meriah. Masing-masing kelompok di setiap pos tampak bersemangat dan berusaha agar kelompoknya yang menjadi pemenang. Namun, bukan hanya kemenangan, permainan ini juga menjadi lebih bermakna karena para kakak menyelipkan materi edukasi seksual yang sebelumnya sudah dijelaskan.
Mulai dari pos 1 sampai pos 4, istilah-istilah kekerasan seksual menjadi isi dari permainan. Seperti di pos 1, para peserta harus bisa menebak istilah apa yang disebutkan oleh PJ (penanggung jawab) pos, baru kemudian menyusun huruf-huruf tersebut menjadi kata yang benar. Tentunya, setiap kelompok yang berhasil menyusun kata dengan cepat, maka merekalah pemenangnya.

Pos 1 Anagram #KamuTidakSendiri
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Di pos 2, pada setiap kotak nomor ular tangga, terdapat pernyataan positif terkait menjaga tubuh kita guna menghindari kekerasan seksual. Ini menjadi tujuan dan harapan bagi para peserta, khususnya adik-adik binaan, agar mereka dapat menyadari pentingnya menjaga diri sendiri.

Pos 2 Ular Tangga x Flip Botol
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Permainan balogo di pos 3 tidak kalah menarik lho, Sobat TGR! Alasannya adalah karena target yang harus dijatuhkan adalah istilah-istilah dari kekerasan seksual yang telah dijelaskan sebelumnya. Ini mengandung makna perlawanan bahwa kekerasan seksual adalah suatu hal negatif yang harus dilawan dan tidak boleh dilakukan.

Pos 3 Balogo
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Nah, selanjutnya di pos 4, para peserta harus menentukan apakah pernyataan tentang isu kekerasan seksual yang diberikan merupakan mitos atau fakta. Peserta harus meletakkan kartu pernyataan tersebut ke keranjang merah (mitos) atau keranjang hijau (fakta) setelah berhasil berjalan di dalam lingkaran hula hoop.

Pos 4 Mitos Fakta
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Terakhir, permainan di pos 5 adalah olahraga yang menyenangkan. Pasalnya, para peserta harus memasuki benteng lawan menggunakan karung dengan cara melompat. Mereka harus bergiliran memenangkan suit sehingga mereka bisa maju sampai ke benteng lawan. Seru banget, ya!

Pos 5 Estafet Balap Karung
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Setelah selesai sesi bermain, para peserta diberi instruksi untuk beristirahat sejenak. Masing-masing kelompok ternyata belum selesai membahas permainan yang baru saja mereka mainkan di tiap pos tadi, lho! Sambil menemani waktu istirahat para peserta, Kak Nina kemudian memandu kuis dengan semangat.

Sesi Kuis
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Tampak senyum yang langsung merekah di wajah para peserta. Mereka terlihat antusias menyambut pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan oleh Kak Nina. Tak jarang, para peserta sampai bersorak gembira ketika peserta lain berhasil menjawab pertanyaan Kak Nina dengan benar.

Salah Satu Adik Binaan saat Menjawab Kuis
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
“Seru banget kuisnya. Aku senang juga tadi main sama kakak-kakak,” ungkap Mia, salah satu peserta yang disambut dengan anggukan oleh Meisya, peserta lain. Mereka mengaku bahwa permainan yang dimainkan tadi sangat menyenangkan dan kakak-kakak relawan juga banyak membantu mereka untuk menjawab pertanyaan pada sesi kuis tadi.

Mia dan Meisya Bersama Tim Journalist TGR
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Setelah semua pertanyaan sudah berhasil dijawab, Kak Nina bertanya bagaimana perasaan para peserta tentang kegiatan pada hari itu. Dengan kompak, mereka menjawab, “Seru banget, Kak Nina!”. Wah, hati seketika terasa hangat ketika mendengar seruan mereka.
Perasaan seperti itu pula yang dirasakan oleh salah satu relawan Voluntrip by Kitabisa, Kak Defri. Ia mengungkapkan perasaan senangnya karena kegiatan hari ini sangat menyenangkan. Tak hanya itu, Kak Defri juga mengaku kegiatan seperti ini sangat berdampak positif untuk adik-adik binaan.
“Kegiatan ini seru banget. Karena selain main, kita juga berbagi ke adik-adik,” ungkap Kak Defri dengan antusias. Ia juga menganggap permainan yang dimainkan tadi sangat kreatif dan memberikan kesan yang positif karena bermain bersama menjadi alasan para peserta bisa kompak.

Wawancara Kak Defri, Salah Satu Relawan Voluntrip by Kitabisa
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Selanjutnya ada Kak Abigail, relawan dari Voluntrip by Kitabisa yang lain juga turut merasakan hal yang sama. Ia mengaku kegiatan hari itu menjadi memori yang paling berharga di hidupnya.
“Aku gak bisa berkata-kata. Seru banget. Asik banget. Pokoknya ini jadi memori aku yang paling berharga pokoknya,” ungkap Kak Abigail dengan tulus. Ia merasa kegiatan dalam rangka merayakan kemerdekaan Indonesia ini sangat menyenangkan.
Tak hanya itu, Kak Abigail juga menganggap kegiatan ini tidak sekadar bermain, tetapi membawa edukasi seksual bisa jadi pembelajaran berharga bagi para peserta.
“Menarik banget. Karena ini temanya kemerdekaan, jadi permainannya seru banget untuk merayakan. Dengan menyelipkan edukasi seksual tadi, jadinya bukan cuma main, tapi bisa jadi pembelajaran berharga juga buat kita semua,” sambung Kak Abigail dengan jelas.

Wawancara Kak Abigail, Salah Satu Relawan Voluntrip by Kitabisa
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Para peserta terlihat menikmati seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilakukan. Kegiatan diakhiri dengan pembagian bingkisan kepada adik-adik binaan. Sambil bernyanyi dan tertawa, adik-adik binaan menerima bingkisan sekaligus berpamitan dengan gembira.

Penutupan Sekaligus Pembagian Bingkisan
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Tampak senyuman cerah di wajah para peserta. Para peserta terlihat bahagia dengan kegiatan yang sudah selesai dilakukan. Namun tidak hanya para peserta saja yang gembira, Ibu Indari selaku pengelola RPTRA Bahari turut merasakan kehangatannya.
“Kegiatan ini memberikan dampak positif untuk masyarakat sekitar, terutama anak-anak. Mereka jadi lebih aktif bermain di luar dan bisa lupa sejenak dengan HP-nya,” kata Ibu Indari menjelaskan.
Ibu Indari juga menyampaikan terima kasih banyak karena edukasi seksual yang disampaikan juga sangat bermanfaat. “Pendidikan seks itu sangat penting dan sangat diperlukan karena di zaman sekarang apa saja bisa keluar lewat HP. Jadi edukasi tadi bisa memberitahukan ke anak-anak tentang dampak dan bahayanya,” tambah Ibu Indari dengan tegas.

Ibu Indari Bersama Tim Journalist TGR
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Usai bingkisan sudah diterima oleh adik-adik binaan, sampailah kita pada momen yang ditunggu-tunggu, yaitu foto bersama. Rasa hangat yang terjalin harus diabadikan agar kebersamaan para peserta menjadi momentum yang tidak terlupakan. Pasang senyuman paling lebar dan katakan “BUNCIS”!

Foto Bersama Seluruh Peserta
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Sobat TGR, dari kegiatan inilah kita tahu bahwa kemerdekaan adalah bentuk kebebasan. Kebebasan bermain, kebebasan bersenang-senang, dan kebebasan mengetahui edukasi seksual sejak usia dini. Jadi, ikuti kegiatan positif TGR lainnya, ya! Lupakan Gadgetmu. Ayo, Main di Luar! (NL/ed. NRA)
Journalist: Naila Amanda Rizqia
Editor: Naura Ashyffa
Designer: Nurul Hidayat
QC/Publisher: Naura Ashyffa
Mitra Kolaborasi:
Copyright © 2017 - 2026 Traditional Games Returns All rights reserved.