Halo, Sobat TGR! Sudah tahu belum pentingnya sex education untuk anak-anak? Hal ini bertujuan untuk membantu mereka mengenali batasan diri dan cara menjaga diri dari kekerasan juga pelecehan. Maka dari itu, untuk mengedukasi anak-anak dengan cara yang menyenangkan, Tim TGR bersama Kawan Puan dan Voluntrip by KitaBisa mengemas kegiatan ini menjadi lebih seru dan interaktif, lho!
Pada Minggu, 23 November 2025 lalu, kegiatan sex education diadakan untuk adik-adik Komunitas Gerakan Suka Baca (GSB). Kegiatan ini diikuti oleh 30 relawan Voluntrip by KitaBisa dan 30 adik Komunitas GSB yang dilaksanakan di Gripa Studio. Di awal mulainya kegiatan, kakak relawan dan adik-adik diminta membuat lingkaran besar untuk saling berkenalan satu sama lain.

Sesi Perkenalan
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Setelah perkenalan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi ice breaking yang seru. Semua peserta diajak bernyanyi sambil berjalan melingkar, untuk mencairkan suasana agar lebih akrab. Ketika nyanyian berhenti, Kak Nina selaku pemandu acara menyebutkan satu kata dan seluruh peserta harus berpencar membentuk kelompok sesuai dengan jumlah huruf yang disebutkan.
Kemudian dilanjut ice breaking dengan permainan ular naga yang tak kalah seru dan pecah! Semua peserta berbaris panjang sambil bernyanyi melewati gerbang yang dibuat oleh dua orang. Suasana semakin heboh saat permainan berlanjut menjadi kejar-kejaran antar dua kelompok yang saling menghindari tangkapan satu sama lain.

Ice Breaking Ular Naga
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Kegiatan pun berlanjut dengan permainan battle suit yang nggak kalah heboh! Di sini, peserta akan berpasangan dan adu suit, yang kalah harus berdiri di belakang pemenang. Permainan terus berlanjut sampai tersisa satu orang terakhir sebagai pemenang dari sengitnya battle suit ini.

Battle Suit
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Setelah sesi ice breaking yang penuh tawa dan kehebohan, seluruh peserta dibagi menjadi lima kelompok kecil. Setiap kelompok terdiri dari enam adik dan enam kakak relawan yang akan belajar bersama lewat aktivitas seru dan interaktif. Dalam sesi ini, peserta diajak mengenal lima istilah penting terkait kekerasan dan pelecehan di ruang publik, yaitu consent, catcalling, eksibisionis, pornografi, dan victim blaming.
Masing-masing kelompok mendapatkan satu skenario yang berkaitan dengan istilah tersebut, lalu diminta untuk mengolahnya menjadi drama singkat. Peserta tampak antusias membagi peran, berdiskusi, dan berlatih agar bisa menampilkan yang terbaik dan mampu menyampaikan pesan edukatif dengan jelas. Suasana ruang kegiatan pun berubah menjadi ramai dan penuh semangat kreativitas.

Diskusi Persiapan Drama
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Tibalah momen yang paling ditunggu-tunggu, yaitu penampilan drama dari masing-masing kelompok. Untuk menambah keseruan, urutan tampil ditentukan secara acak menggunakan spin wheel digital. Begitu layar menunjukkan nama kelompok yang akan tampil pertama seluruh peserta langsung bersorak semangat dan semua tampak antusias untuk menyaksikan dan menunggu giliran masing-masing.
Setiap kelompok berusaha menampilkan yang terbaik dengan ekspresi dan penghayatan total. Ada momen-momen lucu yang muncul secara spontan, seperti saat salah satu peserta terlalu semangat berakting sehingga membuat seluruh ruangan tertawa. Bukan hanya menghibur, tetapi setiap penampilan berhasil menyampaikan pesan edukatif dengan cara yang menyenangkan.

Penampilan Drama
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Setelah semua kelompok menampilkan drama mereka, tim Kawan Puan melanjutkan sesi dengan memberikan penjelasan lebih dalam mengenai istilah-istilah yang telah ditampilkan sebelumnya. Penjelasan ini membantu peserta memahami makna di balik setiap istilah seperti consent, catcalling, dan lainnya, dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
Untuk memastikan pesan yang disampaikan benar-benar dipahami, tim Kawan Puan juga mengajukan beberapa pertanyaan ringan kepada peserta. Interaksi ini menjadi cara seru untuk mengulas kembali materi yang sudah dipelajari sambil menguji pemahaman mereka. Harapannya, ketika peserta menghadapi situasi serupa, mereka tahu bagaimana cara menghindari dan menanganinya dengan tepat.

Mengulas Materi dari Kawan Puan
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Setelah sesi diskusi dan tanya jawab, kegiatan dilanjutkan dengan aktivitas yang nggak kalah seru, yaitu menghias tote bag. Setiap peserta berpasangan, satu adik dan satu kakak relawan untuk bersama-sama menuangkan kreativitasnya lewat lukisan dan kata-kata yang mereka pelajari sebelumnya.
Suasana terasa hangat dan menyenangkan, karena tak hanya belajar, peserta juga saling bekerja sama dan berbagi ide dalam menghias tote bag mereka. Aktivitas ini menjadi momen manis yang mempererat kekompakan dan meninggalkan kesan positif bagi semua yang terlibat.

Sesi Kreasi Tote Bag
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Sebelum kegiatan berakhir, seluruh peserta dan panitia berkumpul untuk mengabadikan momen lewat foto bersama. Senyum dan tawa menghiasi wajah semua yang hadir, menandakan betapa hangat dan berkesannya hari itu. Tak lupa sebelum berpisah, semuanya saling bersalam-salaman dan membagikan buku serta sedikit kenang-kenangan untuk adik-adik sebagai tanda terima kasih atas kebersamaan hari itu.

Sesi Foto Bersama
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Akhirnya, seluruh rangkaian kegiatan telah selesai dengan menyenangkan, semoga semua rangkaian yang telah diikuti bisa menjadi hal yang bermanfaat bagi adik-adik komunitas GSB dan kakak-kakak relawan voluntrip. Nah, lewat perbincangan singkat dengan beberapa peserta yang ikut dalam kegiatan hari itu, mereka membagikan kesan dan pesan yang penuh makna. Yuk, simak cerita mereka berikut ini!
Kesan pertama datang dari Kak Bibah, salah satu kakak relawan dari Voluntrip yang terlihat sangat antusias selama mengikuti rangkaian kegiatan. Ia merasa senang bisa terlibat langsung dan berinteraksi dengan adik-adik peserta kegiatan edukasi ini.
"Aku happy banget bisa terlibat di kegiatan ini sebagai relawan. Bisa ketemu sama adik-adik, seru-seruan bareng dan bisa belajar bareng." ungkap Kak Bibah puas.
Ia juga menambahkan harapannya untuk kegiatan ini kedepannya.
“Jujur kegiatan seperti ini tuh penting banget ya buat anak-anak untuk mengenali batasan dan menjaga diri mereka agar terhindar dari hal yang tak diinginkan. Aku berharapnya kegiatan seperti ini bisa terus diadakan dan bisa bermanfaat bagi banyak orang.” tambahnya antusias.
Sama seperti Kak Bibah, Kak Amel yang juga merupakan relawan dari Voluntrip turut merasakan kesan yang menyenangkan selama mengikuti kegiatan ini. Ia mengaku terkejut sekaligus senang melihat antusiasme adik-adik dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Aku amazed sih sama kegiatannya, ga nyangka aja ternyata adik-adiknya mau ngikutin rangkaian acara dan belajar tanpa rewel gitu.” ungkapnya dengan bangga.
Ia juga membagikan momen favoritnya saat berkegiatan bersama adik-adik dan relawan lainnya.
“Selain ice breaking yang heboh banget tadi, yang paling seru menurutku yaitu saat persiapan drama. Aku perhatikan semua kelompok itu antusias banget mempersiapkan tampilan mereka, begitu pun dengan kelompok aku. Jadi selama persiapan kita semakin akrab gitu.” tambah Kak Amel.
Wah, ternyata kakak-kakak relawan sangat terkesan dengan kegiatan ini, ya! Nggak cuma mereka, adik-adik dari komunitas GSB juga punya cerita seru yang nggak kalah menarik, lho! Salah satunya Irfan, yang sejak awal kegiatan tampak aktif dan antusias mengikuti setiap sesi.
“Kesannya dari aku itu seneng ya kak, tadinya aku pikir diajaknya cuma mau main tapi pas mulai ternyata ada belajarnya juga. Tadi juga seru banget pas drama, kakaknya baik dan kita kompak gitu latihan dan tampilnya walaupun aku deg-degan.” Ungkap Irfan.
Selain Irfan, ada juga Sumayya yang nggak kalah aktif selama kegiatan berlangsung. Ia tampak semangat berpartisipasi saat sesi belajar, bahkan beberapa kali ikut nimbrung menjawab pertanyaan yang diberikan.
“Aku senang banget bisa ikut belajar dan berkreasi di kegiatan ini. Menurutku belajarnya seru dan mudah dipahami karena kita sendiri yang terlibat untuk mempraktikkan skenario yang ada, jadi belajarnya lebih rileks dan asik.” ungkapnya dengan antusias.
Melihat antusiasme dan kesan positif dari kakak-kakak relawan dan adik-adik komunitas GSB, kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi bisa dikemas dengan cara yang menyenangkan dan bermakna. Keterlibatan aktif dari semua pihak, mulai dari bermain, berdiskusi, hingga berkreasi, menjadikan momen ini bukan hanya seru, tapi juga memberikan pelajaran yang penting untuk bekal anak-anak di kehidupan sehari-hari.
Nah, sampai jumpa di kegiatan seru berikutnya ya, Sobat TGR! Jangan lupa untuk terus mengikuti info dan update terbaru dari Tim TGR, agar kamu nggak ketinggalan kesempatan ikut kegiatan edukatif dan menyenangkan lainnya. Ingat, Lupakan Gadget-mu Ayo Main di Luar! (RA/ed. PAZ)
Journalist: Rania Isra Athalla
Editor: Putri Aulia Zulfa
Graphic Designer: Putri Aulia Zulfa
QC/Publisher: Naura Ashyffa
Mitra Kolaborasi:
Copyright © 2017 - 2026 Traditional Games Returns All rights reserved.