Halo, Sobat TGR! 8 Desember 2025 kemarin menjadi momen yang penuh kemeriahan. Bersama dengan 750 siswa dari SD Bakti Mulya 400 yang berlokasi di Jakarta Selatan, tim Traditional Games Returns (TGR) hadir dalam acara Class Meeting untuk mengenalkan berbagai permainan tradisional.
Acara yang berlangsung dari pukul 07.00 hingga 12.00 WIB diawali dengan sesi ice breaking yang dipandu oleh Kak Uli. Seluruh siswa dibagi ke dalam lima house. Setiap house memiliki keunikan yang terinspirasi dari hewan-hewan asli Indonesia.
Potret Keseruan House Rhinara
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
House pertama ada Rinara dengan warna abu-abu yang mewakili badak jawa, house Paradisora yang dipenuhi dengan warna kuning sebagai representasi burung cendrawasih dari tanah Papua, house Sumatigres yang berwarna merah sebagai perlambangan harimau sumatera, house Varandis dengan nuansa hijau yang mewakili komodo, dan di house Pygramor dengan warna biru yang mewakili orangutan.

Potret Kelima House Berbaris di Lapangan
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Masing-masing house menunjukkan yel-yel secara bergantian. Setiap yel-yel diteriakkan dengan penuh semangat. Tidak sekedar berteriak, mereka juga turut memadu padankan yel-yel dengan tarian dan sorakan yang semakin memeriahkan suasana di lapangan SD Bakti Mulya 400 pada hari itu.
Sesi Yel-Yel Setiap Kelompok
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Keseruan kembali berlanjut dengan membagi anak-anak ke dalam tiga fase bermain berdasarkan kelas. Fase pertama diperuntukkan untuk kelas 1 dan 2, fase kedua untuk kelas 3 dan 4 serta fase ketiga untuk kela 5 dan 6. Setiap fase terdiri dari 250 anak yang dibagi kembali ke dalam kelompok. Masing-masing kelompok berisi 50 orang anak per house dan akan didampingi oleh guru serta tiga fasilitator dari tim TGR.
Sesi bermain pun dimulai! Tim TGR telah menyiapkan lima pos bermain. Setiap pos akan dihampiri oleh masing-masing kelompok secara bergantian selama 10 menit. Terdapat berbagai macam permainan tradisional yang akan melatih kerja sama, konsentrasi, dan kesabaran ketika setiap anak mencoba bermain di masing-masing pos.

Potret Team TGR di Setiap Pos
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Pos pertama, terdapat permainan estafet alas. Masing-masing anak harus berpindah dari satu banner ke banner lainnya dan tidak diperbolehkan untuk menyentuh lantai. Permainan ini melatih kerja sama tim dan kesebaran.

Potret Bermain Estafet Alas
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Pos kedua, terdapat permainan estafet sarung. Permainan ini mengandalkan kerja sama tim. Setiap anak harus saling bantu membantu untuk memindahkan sarung dari satu orang ke orang lainnya. Estafet sarung mengajarkan pentingnya kekompakan tim melalui komunikasi dan nilai-nilai kebersamaan.
Potret Bermain Estafet Sarung
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Pos ketiga, terdapat permainan kuda bisik. Masing-masing anak secara bergantian membisikkan kalimat yang berkaitan dengan permainan tradisional seperti “Margareth bermain lompat karet dan bedil jepret” atau “Congklak, dempruk, bakiak”. Permainan ini melatih anak-anak untuk berkonsentrasi dan tidak mudah terganggu oleh distraksi.
Potret Bermain Kuda Bisik
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Pos keempat, terdapat permainan keprayan. Permainan ini mengajak anak-anak untuk secara bergantian mengambil satu per satu lidi tanpa menggerakkan lidi lainnya. Keprayan mengajarkan anak untuk konsentrasi dan bersabar menunggu giliran bermain.
Potret Bermain Keprayan
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Pos kelima, terdapat permainan ular tangga. Permainan ini menggunakan papan khusus yang berisi informasi mengenai beragam permainan tradisional. Setiap anak harus membaca informasi tersebut secara bergantian ketika mendarat di salah satu kotak papan ular tangga. Permainan ular tangga mengajarkan anak untuk mengenal lebih dalam tentang berbagai permainan tradisional yang ada di Indonesia.
Potret Bermain Ular Tangga
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Tidak terasa, waktu telah menujukkan pukul 12.00 WIB. Panas dan teriknya sinar matahari tidak mematahkan semangat adik-adik untuk lanjut ke sesi berikutnya, yaitu sesi foto bersama kelompok. Gaya dan senyum terbaik ditunjukkan ketika kamera mengarah ke mereka untuk mengabadikan pose yang telah ditunjukkan oleh masing-masing kelompok.
Potret Sesi Foto Bersama Kelompok
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Salah satu guru, Ibu Rini bercerita bahwa acara Class Meeting SD Bakti Mulya 400 kali ini merupakan kegiatan pertama yang berhasil mengajak seluruh siswa kelas 1-6 SD.
"Acara kali ini terasa sangat spesial karena untuk pertama kalinya seluruh siswa dari kelas 1 sampai kelas 6 bisa ikut kegiatan bersama. Anak-anak kelihatan antusias selama sesi bermain berlangsung dan juga mengajarkan anak-anak untuk melestarikan permainan tradisional."
Fahri, salah satu siswa dari SD Bakti Mulya 400 ikut menambahkan bahwa kegiatan Class Meeting kali ini seru sekali karena banyak permainan yang baru pertama kali ditemui.
"Acaranya seru! Aku baru pertama kali main keprayan dan aku suka main keprayan karena aku berhasil dapat banyak lidi tadi!"
Anisa juga ikut menambahkan bahwa Class Meeting kali ini sangat berkesan baginya karena tidak hanya seru dan menyenangkan, tetapi juga membuatnya mengetahui berbagai macam permainan tradisional lain yang ada di Indonesia.
"Aku suka main ular tangga. Seru dan jadi makin tahu banyak permainan tradisional yang lain.”
Wah, seru sekali ya, Sobat TGR! Antusias dari 750 siswa dalam acara Class Meeting SD Bakti Mulya 400 bersama tim Traditional Games Returns (TGR) menjadi bukti nyata bahwa Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar! melalui permainan tradisional masih sangat relevan untuk mengajarkan arti kerja sama, kebersamaan, hingga menjadi wujud nyata dalam melestarikan permainan tradisional agar terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Writer: Aghnina dan Putri Aulia Zulfa
Editor: Putri Aulia Zulfa
Graphic Designer: Putri Aulia Zulfa
Mitra Kolaborasi:
Copyright © 2017 - 2026 Traditional Games Returns All rights reserved.