Halo, Sobat TGR! Pernah nggak sih, kamu merasa udah ngasih yang terbaik buat anak, tapi kok mereka merasa belum merasa dicintai sepenuhnya? Atau kamu sebagai anak, merasa orang tua ataupun orang tercinta belum cukup mencintaimu?
Banyak orang tua yang percaya bahwa cinta itu artinya memberikan pakaian bagus dan hadiah-hadiah keren kepada anak-anak mereka. Eits, tunggu dulu! Ternyata aspek dari cinta yang berkaitan dengan mengekspresikan emosi dan perasaan kepada anak-anak justru sering terabaikan, lho. Padahal, kebutuhan terpenting yang dibutuhkan seorang anak untuk memperkuat kepribadiannya adalah terpenuhinya kebutuhan emosional, cinta, dan kasih sayang agar mereka merasa aman dan nyaman (Chapman, 2019).
Cara membesarkan anak yang baik hal itu bergantung pada hubungan kasih sayang antara anak dan orang tua mereka. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa ketika pasangan atau orang tua merespons love languages yang sesuai dengan preferensi anak atau pasangan mereka, hal ini dapat meningkatkan kepuasan dan kebahagiaan dalam hubungan (Id et al., 2022).
Love language adalah cara seseorang mengekspresikan dan menerima kasih sayang, termasuk dalam hubungan orang tua dan anak. Memahami love language anak membantu orang tua mengekspresikan cinta dengan cara yang paling bermakna bagi anak. Orang tua memang secara alami mencintai anak-anak mereka. Namun, terkadang anak-anak mungkin tidak merasa dicintai karena orang tua gagal mengkomunikasikan kasih sayang mereka dengan cara yang tepat.
Kasih sayang adalah inti dari hubungan antara orang tua dan anak-anak mereka. Membuat anak-anak merasa dicintai akan mendukung mereka menjadi individu yang bertanggung jawab. Penelitian oleh Vasiou et al., (2023) menemukan bahwa pola gaya pengasuhan memiliki pengaruh signifikan terhadap keterampilan sosio-emosional anak. Anak-anak yang merasa dicintai juga akan menerapkan kedisiplinan lebih baik dibandingkan dengan anak-anak yang tidak merasa dicintai.
Cinta dapat dikomunikasikan kepada anak menggunakan setidaknya satu dari lima love languages (Chapman dan Campbell, 2019). Yuk, kita bahas satu per satu!
1.Sentuhan Fisik

Ilustrasi penerapan sentuhan fisik
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Sentuhan fisik adalah ekspresi cinta paling sederhana yang dapat digunakan. Sentuhan fisik tidak terbatas pada pelukan dan ciuman aja, tapi mencakup segala bentuk komunikasi fisik seperti tepukan ramah di bahu.
2.Kata-kata Penegasan

Ilustrasi penerapan kata-kata penegasan
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Kata-kata penegasan memiliki kekuatan besar untuk mengekspresikan cinta, lho! Kata-kata penyemangat, penghargaan, pujian dan sanjungan serta kata-kata yang mengekspresikan sikap positif terhadap anak akan berarti baginya bahwa "Aku peduli padamu" tanpa harus dinyatakan secara gamblang. Contoh kata penegasan yang dapat diucapkan kepada anak seperti, “Kamu hebat, apapun hasilnya mama yakin itu adalah yang terbaik. Tidak apa-apa kecewa, tetapi jangan menyerah”.
3.Waktu yang Berkualitas

Ilustrasi penerapan waktu berkualitas
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Seorang ibu dapat mengekspresikan cintanya kepada anaknya melalui penggunaan waktu yang berkualitas. Memberikan anak perhatian yang cukup melalui waktu bermain dan berbicara dengannya adalah cara untuk mengekspresikan cintanya kepada anak. Bukan cuma ngumpul bareng, tapi benar-benar fokus sama anak tanpa gangguan gadget atau pekerjaan.
4.Menerima Hadiah

Ilustrasi penerapan menerima hadiah
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Love language berikutnya adalah menerima hadiah. Ketika memberikan hadiah untuk anak, orang tua harus mengaitkannya dengan bentuk cinta dan diberikan kepada anak dengan kehadiran seluruh keluarga. Bukan tentang mahal atau murahnya hadiah, ya, tapi tentang perhatian dan pemikiran di balik pemberian hadiah tersebut.
5. Act of Services

Ilustrasi penerapan tindakan pelayanan
(Dokumentasi TGR Community, 2025)
Love languages yang kelima adalah act of services, yaitu membantu anak menyelesaikan tugas-tugas yang tidak dapat ia lakukan sendiri. Melalui bahasa tindakan pelayanan, anak akan belajar bagaimana membantu orang lain dalam keluarga dan bagaimana menjadi dewasa dan bertanggung jawab. Selain itu, penting untuk mengajarkan anak bagaimana membantu orang lain.
Nah, ada nih konsep menarik yang namanya love tank. Love tank adalah gambaran dari "tangki cinta emosional" seseorang, yang bisa terisi penuh atau kosong tergantung pada bagaimana ia menerima dan memberikan kasih sayang. Jika seseorang menerima love language sesuai dengan kebutuhannya, maka love tank-nya akan penuh, sehingga ia merasa dicintai, dihargai, dan bahagia. Sebaliknya, jika seseorang tidak menerima love language yang sesuai, maka love tank-nya akan kosong, yang bisa menyebabkan kesedihan, kesepian, atau bahkan konflik.
Jadi, gimana, Sobat TGR? Sudah lebih paham kan tentang pentingnya love language dalam membentuk watak anak? Yuk, mulai sekarang coba kenali love language anak dan terapkan dengan konsisten! Karena setiap anak itu unik dan memiliki cara tersendiri untuk merasa dicintai. Dengan begitu, kita bisa membantu anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, penuh kasih, dan memiliki watak yang kuat. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membantu Sobat TGR semua dalam membesarkan anak dengan penuh cinta. "Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!"
Writer: Assyifa Salsabila
Editor: Naufal Haidar Rauf
Graphic Designer: Diana
Chapman, G., & Campbell, R. (2019). The 5 Love Languages of Children. Andi Publisher.
Mortazavizadeh, Z., Göllner, L., & Forstmeier, S. (2022, March 14). Emotional competence, attachment, and parenting styles in children and parents. Psicologia: Reflexão e Crítica, 35(6). https://doi.org/10.1186/s41155-022-00208-0
Mostova, O., Stolarski, M., & Matthews, G. (2022, June 22). I love the way you love me: Responding to partner’s love language preferences boosts satisfaction in romantic heterosexual couples. PLoS One, 17(6), 1-18. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0269429
Vasiou, A., Kassis, W., Krasanaki, A., Aksoy, D., Favre, C. A., & Tantaros, S. (2023, June 29). Exploring Parenting Styles Patterns and Children’s Socio-Emotional Skills. Children 2023, 10(7), 1126. https://doi.org/10.3390/children10071126
Mitra Kolaborasi:
Copyright © 2017 - 2026 Traditional Games Returns All rights reserved.