Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Seru-seruan Bermain Permainan Tradisional DKI Jakarta Bareng Adik-adik Sekolah Cikal

Rabu, 04 Maret 2026 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 79 Kali

Halo, Sobat TGR! Kalian pasti penasaran kan, sama kegiatan Tim TGR bareng adik-adik dari Sekolah Cikal? Yuk, simak kegiatannya Sobat TGR! Jadi, pada tanggal 26 Januari 2026, tim TGR diundang ke Sekolah Cikal Amri yang berlokasi di Setu. Tim TGR datang untuk mewarnai hari adik-adik dengan melakukan berbagai permainan tradisional dari Provinsi DKI Jakarta. 

Sekolah Cikal Amri Setu

Sekolah Cikal Amri

(cikal.co.id, 2025)

Yuk, kenalan dulu sama salah satu sekolah swasta nasional favorit di Jakarta Timur yang sudah terakreditasi A, yaitu Sekolah Cikal Amri. Sekolah ini dikenal sebagai sekolah berbasis kompetensi dengan pendekatan pembelajaran yang personal. Jadi, setiap anak bisa berkembang sesuai dengan potensi masing-masing.

Selain itu, Sekolah Cikal Amri juga merupakan sekolah inklusi yang membuka ruang belajar bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Sekolah ini memiliki jenjang pendidikan yang lengkap, mulai dari SD hingga SMA. Berbagai keunggulan pun dimiliki, mulai dari fasilitas yang memadai hingga kualitas para pengajar yang kompeten. Hal ini menjadi salah satu faktor pengaruh yang baik untuk perkembangan para siswa meraih prestasi di bidang akademik maupun non-akademik. 

Sesi Belajar Tentang Sejarah DKI Jakarta

Sesi pengenalan tentang Sunda Kelapa 

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Pada awal kegiatan, Kak Nina menceritakan secara singkat tentang Sunda Kelapa, yaitu pelabuhan bersejarah yang menjadi cikal bakal Kota Jakarta yang berada di kawasan Ancol. Pastinya, Kak Nina menjelaskan dengan cara yang interaktif sehingga mudah dipahami oleh adik-adik Sekolah Cikal.

Tak hanya itu, adik-adik juga diajak untuk mengenal tentang kebudayaan DKI Jakarta, mulai dari pakaian tradisional, makanan tradisional, pakaian adat, rumah adat, dan juga permainan tradisional.

Antusias Adik-adik Sekolah Cikal Saat Menjawab Pertanyaan

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Suasana pun menjadi semakin ramai karena rasa ingin tahu dari adik-adik yang tinggi. Mereka sangat antusias untuk mendengarkan, bertanya, dan aktif mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Kak Nina. Hal ini menjadikan sesi pembuka sebagai awal yang seru sebelum masuk ke rangkaian kegiatan selanjutnya.

Sesi Bermain Permainan Tradisonal

Setelah selesai memperkenalkan sejarah tentang Sunda Kelapa dan kebudayaan DKI Jakarta, kita masuk ke sesi bermain, sesi yang paling ditunggu-tunggu!

Sebelum permainan dimulai, adik-adik Sekolah Cikal dibagi ke dalam enam kelompok dengan bantuan guru wali kelas. Tiap kelompok terdiri dari tujuh sampai delapan anak. Setelah terbentuk enam kelompok, masing-masing kelompok didampingi oleh satu kakak dari Tim TGR. 

Pembagian Kelompok

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Permainan pun mulai dilakukan, diawali dengan permainan caca gulali. Sebelumnya, adik-adik belum tahu cara bermain permainan ini, tetapi setelah dijelaskan oleh Tim TGR, mereka langsung paham dan terlihat sangat bersemangat untuk mencoba permainan.


Permainan Caca Gulali

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Permainan Caca Gulali sebenarnya sama dengan cublak-cublak suweng tapi versi DKI Jakarta. Caranya sama, dimulai dengan melakukan hompimpa untuk menentukan satu orang yang berjaga. Adik yang terpilih kemudian berada di posisi menelungkup dan bertugas menebak di tangan siapa kerikil disembunyikan.

Setelah penentuan penjaga, adik-adik lainnya duduk melingkar dan mulai menyanyikan lagu Caca Gulali yang dibimbing oleh Kak Nina. Sambil bernyanyi, sebuah kerikil digenggam dan dipindahkan dengan cepat dari satu tangan ke tangan lainnya mengikuti irama lagu. 

Pada saat bagian lirik “Anak raja berpayungan”, semua tangan dikepalkan, dan anak yang berjaga harus menebak di tangan siapa kerikil tersebut berada. Meskipun ada yang benar dan juga salah dalam menebak, suasana semakin seru karena dipenuhi tawa dari adik-adik Sekolah Cikal.

Permainan selanjutnya adalah Cici Putri. Permainan ini cukup unik dan seru karena di dalam lagu Cici Putri terdapat unsur pantun yang membuat adik-adik untuk berpikir secara kreatif dan spontan. 

Permainan Cici Putri dimainkan secara berkelompok dengan posisi adik-adik duduk melingkar dan meletakkan tangan kanannya di lantai. Permainan dimulai dengan Kak Nina menyanyikan lagu Cici Putri yang diikuti adik-adik secara bersama-sama. 

Permainan Cici Putri

(Domentasi TGR Community, 2026)

Seperti ini lagunya, Cici putri putrinya ganggung, cilili cilegung, kamu minta kembang apa?”

Ketika lirik itu tepat pada salah satu tangan, maka dialah yang harus menjawab pertanyaan dari lagu tersebut. Ketika dia sudah menjawab, misalnya dia ingin kembang melati, maka lirik selanjutnya harus disesuaikan dengan kata “Melati”. Seperti ini lirik selanjutnya, Manone manone dia minta kembang melati, pulang-pulang bapaknya bawa roti

Nah, tangan yang ditunjuk tepat pada lirik roti, artinya dia kalah dan keluar dari permainan. Lagu ini terus dinyanyikan sampai tersisa satu orang yang belum tertunjuk. Nah, satu orang inilah yang akan keluar menjadi pemenang. Gimana? seru banget kan, Sobat TGR?

Sesi Bermain Pos ke Pos

Permainan-permainan selanjutnya juga tak kalah seru, loh. Kakak-kakak dari tim TGR yang awalnya memandu permainan Cici Putri dan Caca Gulali beralih menjadi penjaga pos yang akan memandu permainan di setiap pos. Masing-masing pos memiliki durasi 10 menit untuk bermain.

Pada pos pertama, adik-adik diajak untuk bermain congklak. Permainan ini sudah tidak terdengar asing lagi bagi mereka. Bahkan, beberapa adik-adik Sekolah Cikal sudah pernah memainkan permainan ini. Meskipun begitu, Kak Imbi sebagai penjaga pos 1 tetap memberikan arahan kepada mereka agar permainan lebih kondusif dan tetap menyenangkan.

Permainan Congklak

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Permainan congklak dilakukan dengan membagi menjadi empat tim. Tujuannya agar semua mendapat kesempatan untuk bermain. Suasana di pos 1 ini sangat beragam, ada yang fokus untuk memikirkan strategi dan ada juga yang tertawa senang karena memiliki biji congklak yang paling banyak.

Tak hanya sampai situ aja nih, Sobat TGR. Keseruan selanjutnya ada di pos 2. Permainan yang keliatannya simple tapi butuh kehati-hatian yaitu Keprayan. Sebelumnya, adik-adik belum tahu cara bermain permainan ini, tetapi, setelah dijelaskan oleh tim TGR, mereka langsung paham dan terlihat sangat bersemangat untuk mencoba permainan.

Permainan Keprayan

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Adik-adik diminta untuk mengambil satu per satu stik tanpa menggerakkan stik lainnya, sehingga melatih fokus, kesabaran, dan konsentrasi mereka. Permainan ini mengajarkan adik-adik untuk lebih teliti dalam mengambil keputusan. Selain itu, mereka belajar mengendalikan gerakan tangan agar tetap stabil dan terarah.

Suasana di pos ini terasa menegangkan sekaligus seru. Adik-adik tampak sangat berhati-hati saat mengambil stik, sambil disemangati oleh teman-teman satu tim. Ketika ada stik yang ikut bergerak, suasana pun langsung heboh, membuat permainan keprayan semakin menyenangkan dan penuh keceriaan.

Berpindah ke Pos 3, terdapat permainan Adu Gasing. Cara bermainnya memang cukup sulit tapi dengan arahan dari Kak Hanif, mereka semakin memahami cara bermainnya. 

Permainan Battle Gasing

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Mereka terlihat sangat bersemangat untuk mencoba meskipun harus tetap mengulang beberapa kali untuk mendapatkan putaran gasing yang bagus agar dapat mengalahkan gasing lawan. Sorak sorai dan tepuk tangan pun terdengar ketika ada gasing yang menang. Hal ini membuat suasana di Pos 3 semakin seru dan penuh semangat.

Pos yang paling terdengar ramai sedari tadi adalah Pos 4, permainan Wak Wak Gung. Permainan ini sama dengan permainan ular naga panjang dimana dua orang bertugas menjadi penjaga dengan berdiri berhadapan sambil mengangkat tangan membentuk seperti “gerbang”. 

Bermain Wak Wak Gung

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Lalu, adik-adik berbaris memanjang saling berpegangan dan berjalan melewati gerbang tersebut sambil menyanyikan lagu Wak Wak Gung. Saat lagu berhenti, penjaga akan menurunkan tangan untuk “Menangkap” salah satu pemain yang berada di bawah gerbang. Adik yang tertangkap kemudian mengikuti aturan permainan selanjutnya.

Adik-adik yang sudah tertangkap semua kemudian dibagi ke dalam dua kelompok sesuai pilihan masing-masing penjaga. Kedua kelompok akan saling merebut seorang adik dari kelompok lawan. Kelompok yang memiliki anggota paling banyak lah yang akan menjadi pemenangnya.

Bermain Wak Wak Gung 

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Teriakan sekaligus tawa dari adik-adik Sekolah Cikal menggema seisi aula karena permainan di pos ini. Keceriaan dan semangat mereka terlihat jelas di setiap gerakan dan ekspresi, membuat suasana semakin hidup dan menyenangkan. Pos ini pun menjadi salah satu titik paling meriah yang meninggalkan kesan seru dan tak terlupakan dalam acara hari ini.

Setelah seru-seruan di pos empat, lanjut lagi pindah ke pos lima. Di sini, mereka bermain Estafet Sarung dan juga Kuda Bisik. Berbeda dengan pos lainnya, pos ini melatih kerjasama dan kekompakan antar tim. Mereka terbagi menjadi dua tim, dengan masing-masing tim berisi empat orang anak. 

Bermain Estafet Sarung

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Mereka saling berlomba-lomba untuk menjadi yang tercepat saat estafet sarung dan yang paling benar saat menebak di permainan kuda bisik. Adik-adik Sekolah Cikal menunjukkan semangat, kekompakan, dan kerja sama yang luar biasa di setiap permainan. 

Permainan Kuda Bisik

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Tibalah pada pos terakhir, yaitu pos enam. Di pos ini, adik-adik memainkan permainan Dampu Bulan yang menjadi penutup rangkaian kegiatan. Permainan ini mengajak adik-adik untuk bergerak aktif dengan berlompat-lompat menginjak angka secara bergantian sambil mengikuti aturan permainan dengan penuh semangat.

Permainan Dampu Bulan

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Meskipun ini pos terakhir, tetapi suasananya tetap terasa meriah. Adik-adik Sekolah Cikal terlihat masih antusias, tertawa, dan menikmati setiap momen, menjadikan permainan dampu bulan sebagai penutup yang seru dan berkesan.

Apa Kata Adik-adik Sekolah Cikal Setelah Ikut Bermain?

Seru banget! Aku suka semua permainan nya. Perasaan aku hari ini juga seneng banget, jarang main kaya gini di sekolah, ungkap Pelangi dengan wajah cerianya. 

Tak hanya Pelangi yang mengungkapkan perasaan senangnya, ada juga dari Arka yang ikut memberikan kesan pada acara hari ini.

“Aku seneng banget soalnya bisa main bareng-bareng sama temen, permainannya juga banyak terus ada yang belom pernah aku mainin juga,” jawab Arka.

Sesi Wawancara Bersama Arka

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Wah, ternyata mereka berdua sangat senang dengan permainan hari ini. Kira-kira permainan apa yang paling seru menurut mereka?

“Aku paling suka dampu bulan sama wak wak gung, soalnya aku suka mainin sama temen-temen dirumah,” ujar Pelangi.

“Aku suka congklak sama gasing, terus aku juga merasa jago pas main gasing,” seru Arka. Tak lupa, Pelangi dan Arka juga mengucapkan terima kasih kepada kakak tim TGR karena sudah membantu arahan selama kegiatan berlangsung. 

Ternyata, mereka menyukai permainan yang sudah mereka kenal dan pahami cara bermainnya. Dengan begitu, mereka bisa bermain dengan lebih percaya diri dan merasa senang saat mengikuti setiap permainan. Mereka tetap menikmati waktu bermain bersama teman-temannya dan saling menyemangati satu sama lain.  

Selain kesan dari adik-adik Sekolah Cikal, guru pun ikut memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan ini. Miss Ferda menilai anak-anak terlihat sangat antusias dan menikmati setiap permainan yang diadakan.

  

Sesi Wawancara Bersama Miss Ferda

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

“Tujuan saya mengundang Tim TGR adalah untuk membantu pembelajaran anak-anak, karena topik pembelajarannya tentang mengenalkan produk tradisional seperti contohnya permainan dan juga supaya anak-anak mendapat experience yang unik,” jawab Miss Ferda. Miss Ferda juga berharap supaya kedepannya dapat terus berkolaborasi bersama Tim TGR dan semoga TGR bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas. 

Kegiatan ini pun menjadi momen yang berkesan bagi adik-adik karena mereka dapat belajar dengan cara yang menyenangkan. Permainan tradisional yang diperkenalkan tidak hanya menghibur, tetapi juga menambah pengalaman baru dalam proses belajar mereka.

Sobat TGR! Kegiatan hari ini seru sekali bukan? Bisa dilihat semua pesertanya excited untuk mengikuti kegiatan hari ini. Adik-adik Sekolah Cikal juga jadi lebih paham tentang sejarah terbentuknya DKI Jakarta dari Sunda Kelapa. Selain itu, adik-adik menjadi tahu kalau permainan tradisional dari DKI Jakarta juga beragam.

Pastinya, kegiatan hari ini tak akan dilupakan oleh mereka. Tawa, kebersamaan, dan keseruan yang tercipta sepanjang kegiatan menjadi kenangan manis yang akan terus diingat oleh adik-adik Sekolah Cikal. Mereka dapat membawa pulang cerita seru untuk dibagikan kepada keluarga dan teman-temannya.

Foto Bersama Adik-adik Sekolah Cikal

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Ayo, ikuti terus keseruan-keseruan TGR yang lainnya!. Jangan sampai ketinggalan, karena setiap kegiatan TGR selalu membawa pengalaman bermain yang menyenangkan sekaligus penuh makna. Lupakan Gadget-mu. Ayo Main di Luar! (FZA/ed.PAZ).

Writer: Hafizah Ridha Nazafi

Editor and Publisher: Putri Aulia Zulfa

Graphic Designer: Indiana

Komentari Tulisan