Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Mengukir Senyum Adik-adik di Panti Asuhan Uswah Bersama Dengan TGR x Voluntrip By Kitabisa

Kamis, 05 Maret 2026 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 94 Kali

Halo, Sobat TGR! Pada Sabtu tanggal 7 Februari 2026, sebanyak 24 adik-adik dengan 18 relawan dari Voluntrip By Kitabisa berkumpul di Panti Asuhan Uswah, Bekasi untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan dengan bermain bersama Tim TGR.

Berkenalan dengan Sesama Relawan

Sebelum masuk ke dalam kegiatan inti, para relawan diberikan arahan untuk duduk melingkar dan melakukan sesi perkenalan. Dalam sesi ini, masing-masing relawan menyebutkan nama, makanan favorit, serta kegiatannya sehari-hari. Kegiatan yang sederhana ini dapat membantu mencairkan suasana dan membangun keakraban antarrelawan.

Sesi Perkenalan 

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

 

Sambutan Wakil Ketua Yayasan Panti Al Uswah

Sesi perkenalan pun selesai dan dilanjut dengan sambutan dari Pak Yazid selaku Wakil Ketua Yayasan Panti Al Uswah. Dalam sambutannya, Pak Yazid menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim TGR dan relawan Voluntrip by Kitabisa yang telah datang dan bersedia meluangkan waktu bersama adik-adik. Ia juga menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan membawa keceriaan bagi semua.

Sambutan Pak Yazid

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Ice Breaking Sebagai Awal Keseruan Bersama

Setelahnya, Kak Nina mengambil alih sebagai pemandu acara dengan memberikan instruksi kepada kakak relawan dan tim TGR untuk membuat lingkaran besar bersama adik-adik panti. Supaya lebih saling mengenal satu sama lain, Kak Nina memberikan tantangan kepada adik-adik untuk menghafal 5 nama kakak-kakak relawan sementara kakak-kakak relawan harus menghafal 8 nama adik-adiknya.

Pada sesi ini, suasana terlihat semakin hidup ketika terjadi momen lucu saat salah satu relawan keliru menyebut nama seorang adik. Kesalahan kecil seperti ini justru menambah keceriaan dan membuat semua peserta tertawa.

Tebak Nama

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Suasana semakin meriah setelah Kak Nina mengumumkan permainan yang akan dimainkan usai game tebak nama. Permainan tradisional Cingciripit menjadi permainan selanjutnya yang menambah keseruan acara. Permainan ini membuat suasana semakin ramai karena setiap orang berusaha menghindari jebakan dari tangan temannya dengan sangat semangat. 

Keceriaan terus berlanjut melalui berbagai permainan seru, seperti ampar-ampar pisang, nelayan ikan, cublak-cublak suweng serta bernyanyi bersama dalam formasi melingkar. 

Keceriaan di Awal Permainan

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Sesi Bermain Pos ke Pos 

Tibalah saat untuk bermain permainan pos ke pos yang sudah mereka tunggu-tunggu sejak awal. Kak Nina membagi peserta menjadi enam kelompok yang akan mengikuti dua sesi permainan dengan tiga pos di setiap sesi. Pada setiap pos, dua kelompok akan saling battle dengan durasi bermain selama 12 menit. Setelah kelompok terbentuk, kegiatan permainan pos ke pos pun dimulai. 

Pos 1 Flying Ball

Pada pos pertama mereka akan bermain Flying ball. Suasana langsung berubah menjadi lebih ramai daripada permainan sebelumnya. Mereka langsung berlari keluar dari ruangan untuk bermain karena sudah tidak sabar.

Dua kelompok akan saling berlomba mengumpulkan poin dari bola yang berhasil masuk ke keranjang. Bola dilempar menggunakan sarung yang dipegang erat bersama-sama di keempat ujungnya, sementara satu orang bertugas untuk memegang keranjang sambil mengejar arah bola yang dilempar.

Sorak sorai teriak dari adik-adik dan kakak relawan terdengar hingga dalam ruangan. Permainan di pos satu ini memang cocok sebagai awalan untuk membentuk kekompakkan tIm. 

Pos 1 Flying Ball

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Pos 2 Rebut Bola Cerdas Cermat

Begitu durasi bermain di pos pertama berakhir, mereka segera berpindah ke pos dua untuk melakukan permainan selanjutnya. Di pos ini, dua kelompok duduk saling berhadapan dengan jumlah bola kasti yang sesuai dengan jumlah pemain. Misalnya, jumlah pemain kedua kelompok ada delapan orang, maka jumlah bola kasti yang diletakkan ditengah juga 8 bola.

Kak Natalia dari tim TGR memberikan aba-aba yang hampir membuat adik-adik dan kakak relawan terkecoh. Saat Kak Natalia mengucapkan kata “Botak” maka mereka harus memegang kepala, kata “Batik” memegang baju, kata “Batuk” menutup mulut, dan kata “Bola” maka mereka harus merebut bola secepat kilat.

Ketegangan sangat terasa di pos ini saat adik-adik dan kakak relawan bersiap penuh konsentrasi. Begitu aba-aba “Bola!” terdengar, tangan-tangan langsung bergerak cepat untuk merebutnya.

Kelompok yang berhasil merebut bola paling banyak berkesempatan menjawab pertanyaan dari tim TGR. Jika belum berhasil menjawab dengan tepat, kesempatan akan diberikan kepada kelompok lawan. Permainan ini membutuhkan kecepatan, fokus, sekaligus ketepatan dalam menjawab agar dapat meraih poin terbanyak.

Permainan Merebut Bola Cerdas Cermat

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Pos 3 Kuda Bisik

Selanjutnya berpindah ke pos tiga. Permainan di sini harus mendengarkan kalimat yang diberikan oleh kakak-kakak dari tim TGR. Pada permainan ini masing-masing kelompok akan membuat barisan dan secara bergantian membisikkan kalimat dari tim TGR mulai dari barisan pertama hingga terakhir. Kalimat yang diberikan pun beragam seputar Bulan Suci Ramadhan. 

Suasana di pos ketiga terasa hening dan penuh konsentrasi. Semua peserta berusaha mendengarkan setiap kalimat dengan saksama agar tidak terjadi kesalahan. Wajah-wajah serius pun bermunculan saat mereka berusaha menangkap setiap kalimat yang disampaikan. Suasana juga berubah seketika menjadi ramai saat ada kelompok yang berhasil menjawab dengan benar.

Kuda Bisik

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Kuis Penyegar Suasana

Setelah bermain melewati tiga pos yang cukup menguras tenaga, saatnya break sejenak untuk mengisi kembali baterai semangat adik-adik dan kakak relawan. Supaya rasa semangat dan senyum mereka terus terpancar hingga akhir permainan. 

Sesi break kali ini tidak hanya minum dan mengobrol saja, tetapi juga dimeriahkan dengan kuis tebak-tebakan berhadiah. Adik-adik tampak antusias mengangkat tangan menjawab pertanyaan agar bisa membawa pulang hadiah yang telah disiapkan. 

Tebak-tebakkan di Sela Istirahat

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Pos 4 Speed Cup

Setiap tim mendapat enam cup bergambar yang sama dengan milik kakak TGR. Cara mainnya, anggota tim berbaris satu barisan dan membelakangi meja agar tidak melihat susunan cup. Setelah fasilitator menyusun cup dan membunyikan bel, pemain terdepan akan maju untuk menyusun cup agar sama persis dalam waktu lima detik. 

Jika belum berhasil, pemain berikutnya akan melanjutkan. Saat merasa susunannya sudah benar, pemain boleh membunyikan bel untuk dinilai. Jika susunan sesuai, tim mendapatkan satu poin.

Permainan Speed Cup

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Pos 5 Estafet Sarung Cone Ring

Berpindah ke pos lima dengan permainan yang pastinya juga tidak kalah seru. Di sini mereka akan melihat beberapa cone yang disusun. Cara bermain di pos ini, yaitu adu cepat memindahkan sarung dari orang ke orang tanpa melepas gandengan tangan. 

Jika sarung sudah di sampai di orang terakhir, maka orang tersebut melemparkan ring agar masuk ke dalam cone yang sudah disusun. Masing-masing mendapat dua kesempatan untuk melempar ring. 

Adik-adik dan kakak relawan tampak antusias saling menyemangati agar sarung bisa berpindah dengan lancar. Momen paling bikin deg-degan itu muncul saat giliran melempar ring. Semua mata tertuju ke cone yang tersusun, berharap ring bisa masuk tepat sasaran dari dua kesempatan yang ada.

Estafet Sarung Cone Ring

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Pos 6 Memory Game

Rasa semangat adik-adik dan kakak relawan masih terlihat hingga akhir pos. Memory game yang ada di pos enam melatih daya ingat mereka. Ketika kakak-kakak dari tim TGR memberikan sebuah kertas gambar besar yang berisi gambar-gambar kecil yang harus mereka hafal dalam durasi waktu menghafal lima menit.

Setelah waktu menghafal selesai, nantinya setiap kelompok akan diberikan kartu gambar yang harus disusun dengan benar sesuai dengan contoh sebelumnya. Saat inilah muka berpikir mereka tertangkap kamera. Terlihat fokus dan serius sambil berdiskusi mengingat kembali susunan gambar.

Bermain Memory Game

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Akhir Sesi

Ketika semua permainan sudah terlaksana, adik-adik dan kakak relawan berkumpul kembali setiap kelompok karena akan ada tebak-tebakkan berhadiah lagi dari tim TGR. Tidak hanya pertanyaan seputar Bulan Ramadhan yang dilontarkan, tetapi juga sebuah challenge untuk membacakan surat-surat pendek. 

Total pemenang kuis berjumlah enam adik dari masing-masing kelompok yang berhasil menjawab pertanyaan dan menyelesaikan tantangan yang diberikan. Mereka kemudian dipanggil untuk maju ke depan dan menerima hadiah berupa sebuah gasing.

Untuk menutup kegiatan seru hari ini, tak lupa untuk foto bersama sebagai kenang-kenangan atas kebersamaan dan momen menyenangkan yang telah dilewati.

 

Foto Bersama

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Eits, sebelum acara benar-benar berakhir, tim TGR terlebih dahulu menghitung seluruh poin dari setiap kelompok untuk menentukan siapa yang berhasil mengumpulkan poin terbanyak. Rasa penasaran pun terasa saat hasilnya akan diumumkan.

Setelah sesi foto bersama, kelompok dipanggil satu per satu untuk menerima hadiah, dimulai dari perolehan poin terendah hingga tertinggi. Sorak sorai dan tepuk tangan dari adik-adik mengiringi setiap pengumuman. 

Pembagian Hadiah

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Dengan ini mereka bisa belajar bahwa harus tetap bersyukur meskipun belum mendapatkan poin terbanyak serta termotivasi untuk terus berusaha dan bermain lebih baik lagi kedepannya.

Ketika hadiah sudah mereka peroleh, selanjutnya adik-adik bersalaman kepada seluruh kakak relawan dan tim TGR sambil menerima sebuah nasi box dan snack berupa jajanan. 

Yuk! Kita cari tau bagaimana perasaan mereka setelah seharian bermain bersama.

“Hari ini aku seneng, aku juga suka ada acara bermain kaya gini. Terus tadi aku dapet hadiah karena bisa jawab pas lagi istirahat aku juga juara satu, jadi tambah seneng karena hadiah nya banyak,” ujar Rifki.

Tak hanya Rifki yang merasa bahagia, Azzura pun ikut mengungkapkan rasa senangnya.

“Aku seneng banget bisa main sama kakak-kakak disini, kakak-kakak nya juga baik semua. Ini aku dapet hadiah isinya banyak, ada tempat pensil, buku gambar, buku tulis, crayon, rautan, penghapus, penggaris,” jelas Azzura 

Wah, ternyata hadiah yang mereka peroleh itu cukup banyak dan semua nya bermanfaat. Itulah sebabnya adik-adik Yayasan Al Uswah sangat gembira hari ini.

Selain itu, Pak Yazid selaku wakil ketua Yayasan Al Uswah juga mengungkapkan tujuan diadakannya kegiatan hari ini. 

“Sebenarnya, saya mengadakan kegiatan hari ini untuk membangun jiwa sosial dari anak-anak supaya bisa saling tolong menolong karena itu sebuah kewajiban,” ungkap Pak Yazid.

Pak Yazid juga menyampaikan pesan yang menyentuh hati. Menurut beliau,

“Jangan pernah jenuh, bosen, dan jangan pernah menganggap ini semua sia-sia. Bahwa sesungguhnya waktu dan tenaga yang kalian korbankan akan mendapat balasannya di dunia dan akhirat. Intinya, lakukan saja secara ikhlas lahir batin,” tutur Pak Yazid.

Potret Wawancara Bersama Pak Yazid dan Rifky

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Setelah Pak Yazid menyampaikan pesan untuk tim TGR, selanjutnya ada Pak Haris yang memberikan kesan hari ini dengan antusias. Menurutnya, kegiatan hari ini sangat menyenangkan bagi adik-adik dan dapat memberikan pengalaman yang baru bagi mereka. Pak Haris juga mengungkapkan bahwa beliau merasa nostalgia karena permainan tradisional hari ini. 

Nah, demikian keseruan kegiatan kali ini semoga TGR bisa terus berkolaborasi dalam banyak kegiatan bersama Yayasan Panti Al Uswah, ya! Jangan lupa untuk terus ikuti kegiatan seru TGR lainnya. Lupakan Gadget-mu Ayo Main di Luar. (FZA/ed.PAZ)

Writer: Hafizah Ridha Nazafi

Editor dan Publsiher: Putri Aulia Zulfa

Graphic Designer: Indiana

Komentari Tulisan