Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

TGR Goes to SD Karakter: Sehari Penuh Tawa dan Kreativitas

Senin, 30 Maret 2026 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 41 Kali

Halo, Sobat TGR! Hari ini menjadi hari yang dipenuhi tawa dan keseruan bagi adik-adik di SD Karakter. Pada 10 Februari 2026, tim TGR hadir untuk mengajak bermain sekaligus berkreasi bersama. Kegiatan ini berlangsung di SD Karakter, Depok yang diikuti dengan antusias oleh adik-adik.

Foto Bersama

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Menghias Telepon Kaleng

Untuk mengawali kegiatan pagi ini, adik-adik diajak berkreasi dengan menggambar di atas kertas yang nantinya akan digunakan untuk menghias telepon kaleng. Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh adik-adik SD Karakter yang terlihat begitu bersemangat menuangkan ide dan imajinasi mereka.

Beragam gambar unik pun muncul, mulai dari Pokémon, tata surya, hingga pesawat tempur. Perpaduan warna dan bentuk tersebut menunjukkan kreativitas adik-adik yang luar biasa.

Proses Menghias Telepon Kaleng

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Setelah selesai menggambar, kakak-kakak dari tim TGR membagikan dua buah kaleng beserta seutas tali kepada setiap anak. Gambar yang sudah mereka buat itu ditempel di kaleng, kemudian talinya disambungkan hingga membentuk telepon kaleng.

Saat telepon kaleng sudah disambung dengan tali, suasana di kelas pun berubah. Suara teriakan dan suara kaleng yang terdengar dari berbagai arah membuat suasana semakin ramai sekaligus seru. Adik-adik sangat antusias untuk langsung mencoba dengan teman-temannya. Tak lupa kita foto bersama saat semuanya sudah selesai membuat telepon kaleng sebagai sebuah kenangan.

Foto Bersama di Tiap Kelas

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Seru-seruan Bermain Permainan Tradisional 

Setelah puas bermain telepon kaleng, tiba waktunya untuk bermain permainan tradisional. Adik-adik diajak bergerak dan bermain bersama dalam suasana yang ceria dan penuh kebersamaan. Sesi bermain permainan tradisional ini dibagi menjadi enam pos dan setiap pos nya akan diberi waktu delapan menit. 

Pada pos pertama adik-adik akan bermain lompat karet. Adik-adik berbaris dan melompat secara bergantian sesuai barisannya. Bagi yang sudah melakukan lompatan langsung menyambung ke belakang barisan. 

Permainan ini bisa bermanfaat untuk melatih kelincahan, keseimbangan, serta keberanian anak-anak dalam melompat mengikuti ketinggian karet yang telah ditentukan.

Permainan Lompat Karet

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Suara peluit pun berbunyi, tandanya waktu bermain di pos tersebut sudah habis dan diharuskan untuk pindah ke pos berikutnya. Permainan di pos kedua ini adalah Balogo, permainan tradisional yang berasal dari Kalimantan Selatan.

Permainan ini terbilang cukup sulit karena kepingan kayu harus diarahkan dengan pas agar bisa mengenai balok kecil yang disusun berbaris sebagai sasaran. Saat memainkan permainan Balogo, adik-adik terlihat sangat fokus supaya kepingannya tepat sasaran.

Walaupun kelihatannya tidak mudah, justru di situlah letak asyiknya. Adik-adik jadi makin penasaran dan semangat buat terus mencoba. Setiap giliran dimanfaatkan dengan penuh antusias, sambil saling menyemangati satu sama lain. Dari sini, adik-adik belajar untuk tidak mudah menyerah dan berani mencoba meskipun belum langsung berhasil.

Permainan Balogo

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Selanjutnya pos ketiga, permainan di pos ini super ramai dari pada pos-pos yang lain karena teriak dari adik-adik yang sedang bermain. Permainan pos tiga adalah ular naga. Dalam permainan ular naga, adik-adik berbaris memanjang sambil berpegangan bahu dan berjalan mengikuti irama lagu. Sambil melewati dua orang yang sedang berjaga di depannya sambil mengangkat tangan membentuk seperti gerbang. 

Ketika lagu berhenti, penjaga menutup gerbang dengan menurunkan tangan untuk menangkap salah satu pemain yang berada di bawahnya. Pemain yang tertangkap kemudian mengikuti tahapan permainan berikutnya.

Setelah seluruh pemain tertangkap, mereka dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan pilihan masing-masing penjaga. Kedua kelompok tersebut kemudian saling beradu kekuatan untuk menarik satu pemain dari kelompok lawan. Kelompok dengan jumlah anggota terbanyak di akhir permainan dinyatakan sebagai pemenang.

Riuh tawa dan teriakan adik-adik yang berusaha menghindari tangkapan lawan membuat suasana terasa sangat menyenangkan. Sepertinya semua sedang berada dalam mood yang baik hari itu.

Permainan Ular Naga 

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Selanjutnya, berpindah ke permainan gasing yang ada di pos empat. Permainan ini sudah cukup familiar bagi adik-adik. Beberapa di antaranya mengaku sudah pernah bermain, bahkan ada yang dengan percaya diri mengatakan bahwa dirinya jago memainkan gasing.

Sementara itu, adik-adik yang masih belum paham tetap mendapatkan arahan tentang cara memainkan gasing dengan benar agar bisa mengalahkan lawan. Perlahan, suasana di pos ini pun semakin seru. Sorak sorai dan tawa adik-adik terdengar setiap kali ada gasing yang berhasil menjatuhkan gasing lawan, membuat permainan terasa semakin ramai dan menyenangkan.

Permainan Gasing

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Pos yang selanjutnya juga tak kalah seru dengan permainannya yang unik. Di sini, mereka akan bermain dampu bulan dan jejak. Pada permainan dampu bulan, adik-adik harus melempar sebuah benda kecil dan melompat secara bergantian dengan mengikuti pola dengan tepat di lantai sambil menjaga keseimbangan tanpa menginjak garis. 

Sementara itu, di permainan jejak, adik-adik diminta mengikuti jejak kaki dan telapak tangan yang sudah disusun dengan urutan tertentu. Mereka harus fokus memperhatikan arah dan urutan langkah agar tidak salah jalan. Saat ada yang keliru, langsung terdengar teriakan dan suara tawa dari teman-temannya.

Permainan Dampu Bulan dan Jejak

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Semangat adik-adik masih terpancarkan hingga pos terakhir, pos ke enam. Permainan yang terakhir ini sangat cocok untuk mengerahkan seluruh tenaga, dengan permainan balap karung dan egrang batok.

Setiap kelompok dibagi menjadi dua barisan agar tidak terlalu berebut dan anggaplah ini sebagai perlombaan kecil yang melawan sesama teman sekelompok. Awalnya adik-adik diarahkan untuk berlomba balap karung hingga garis finish yang sudah ditentukan. Jika sudah sampai di garis finis adik-adik langsung berganti alat menjadi egrang batok. Lalu berjalan kembali menuju garis start.

Permainan Balap karung dan Egrang Batok

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Setelah seru-seruan bermain bersama, jadi penasaran nih bagaimana perasaan adik-adik hari ini. Salah satunya datang dari Mussa yang menceritakan perasaannya setelah mengikuti seluruh permainan.

“Hari ini seru banget sih, aku seneng bisa main sama temen-temen sama kakak juga, terus aku juga suka semua permainan ini,” ungkap Mussa.

Selain Mussa, ada juga dari Asa yang juga tak mau ketinggalan untuk memberikan kesan setelah bermain bersama-sama.

“Perasaan aku sekarang happy banget, aku pengen main lagi sama kakak semuanya,” ucap Asa.

“Buat permainan hari ini aku suka semua, tapi lebih suka balap karung,” tambahnya.

Tak lupa, Mussa dan Asa juga mengucapkan terima kasih atas kegiatan hari ini yang sangat menyenangkan. Mereka merasa senang bisa bermain dan berkreasi bersama teman-teman. Bagi mereka, hari ini akan menjadi pengalaman yang tak bisa mereka lupakan.

Miss Tian sebagai salah satu guru kelas satu juga turut mengungkapkan perasaan nya hari ini setelah melihat anak-anak nya yang sangat bersemangat. 

Yang pastinya ikut seneng liat anak-anak bahagia pas main bareng sama kakak-kakak TGR. Jadi mereka tau kalau tidak hanya permainan di gadget saja yang seru tapi permainan tradisional juga ga kalah seru. Tidak hanya bermain saja tapi anak-anak juga dapat banyak hal yang bermanfaat,” jelas Miss Tian. 

Potret Wawancara Bersama Miss Tian

(Dokumentasi TGR Community, 2026)

Selain itu, Miss Tian juga berharap agar anggota TGR bisa lebih banyak lagi supaya makin seru nanti di setiap kegiatannya. 

Nah, itulah beberapa ungkapan sederhana dari adik-adik SD Karakter serta Miss Tian. Pastinya pengalaman hari ini dapat menjadi cerita sekaligus menambah pengetahuan tentang permainan tradisional agar semakin dikenal dan terus dilestarikan. 

So, Jangan lupa untuk terus ikuti kegiatan seru lainnya. Lupakan Gadget-mu Ayo Main di Luar. (FZ/ed.PAZ)

Writer: Hafizah Ridha Nazafi

Editor: Putri Aulia Zulfa

Graphic Designer: Indiana

Komentari Tulisan