Halo, Sobat TGR! Kegiatan TGR kali ini berbeda dari biasanya. Jika sebelumnya bermain bersama adik-adik, kali ini TGR mengajak masyarakat umum untuk ikut meramaikan kegiatan bermain permainan tradisional. Informasi kegiatan ini juga dibagikan melalui Instagram @tgrcampaign, sehingga teman-teman serta para pengunjung masjid dan bazar dapat ikut berpartisipasi dan merasakan keseruan bermain bersama.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 4 Maret 2026 di halaman Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan. Kegiatan ini merupakan upaya untuk mengingat kembali dan mengenalkan beberapa permainan tradisional yang sudah mulai terlupakan di era digital seperti saat ini.
Agar para peserta saling mengenal dan suasana menjadi lebih cair, kegiatan diawali dengan sesi perkenalan disertai dengan ice breaking yang seru. Setiap peserta diminta menyebutkan nama dan domisili lalu memperagakan gerakan seekor hewan yang harus ditebak oleh peserta lainnya. Berbagai gerakan lucu pun muncul dan berhasil membuat suasana semakin ramai dengan tawa.
Potret Keseruan Briefing
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Setelah peserta sudah saling mengenal satu sama lain, dilanjut dengan permainan tradisional sederhana untuk meningkatkan semangat, seperti cingciripit, nelayan yang menangkap ikan, permainan ular naga, dan rebut bola cerdas cermat. Permainan yang dilakukan di sesi pertama ini dapat menghidupkan suasana yang awalnya saling canggung berubah menjadi lebih akrab.
Potret keseruan Bermain Bersama
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Selanjutnya, Kak Nina membagi peserta menjadi dua kelompok. Pada setiap sesi terdapat dua permainan yang dimainkan secara bergiliran. Pada sesi bermain yang pertama, kelompok satu bermain ular tangga kompetitif, sedangkan kelompok dua melakukan battle gasing. Setiap permainan memiliki durasi yang telah ditentukan, yaitu selama delapan menit. Jika waktu tersebut telah habis, para peserta akan saling berpindah permainan.

Bermain Ular Tangga dan Gasing
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Dilanjut sesi kedua, peserta bermain congklak dan keprayan. Beberapa peserta mengaku baru pertama kali permainan keprayan. Ternyata, cara bermainnya cukup mudah, dan alat yang digunakan juga sederhana, sehingga para peserta dapat dengan cepat memahami permainan tersebut. Berbeda dengan congklak, sebagian besar peserta sudah pernah bermain congklak saat masih kecil.

Bermain Congklak dan Keprayan
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Sambil menunggu adzan Maghrib berkumandang, sesi permainan masih terus berlanjut. Pada sesi terakhir, para peserta bermain estafet sarung ring cone dan permainan jenga yang tak kalah seru dari permainan sebelumnya. Dalam permainan balap sarung ring cone, para peserta harus bergerak cepat dan tetap kompak agar sarung dapat sampai ke orang terakhir. Setelah itu, peserta terakhir berkesempatan melempar ring sebanyak dua kali untuk mencapai target.

Bermain Estafet Sarung dan Jenga
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Sementara itu, permainan jenga yang menguji ketelitian dan kesabaran peserta dalam menyusun serta menarik balok tanpa membuat susunan tersebut roboh. Keseruan di sesi ini semakin terasa ketika menara jenga mulai goyah dan para peserta menunggu dengan penuh tegang apakah susunannya akan jatuh atau tidak.
“Prangg…” suara jenga yang jatuh tiba-tiba membuat seluruh peserta terkejut. Para pengunjung bazar pun ikut kaget dan langsung menoleh, mencoba mencari arah asal suara tersebut.
Waktu bermain pun telah habis. Para peserta tidak sadar bahwa waktu berbuka puasa sudah semakin dekat karena permainannya yang super seru dan asik. Mereka diarahkan untuk masuk ke dalam aula masjid bersiap untuk berbuka puasa bersama dengan para jamaah dan pengunjung bazaar. Tak lupa juga untuk mengikuti shalat maghrib secara berjamaah.
Setelah itu, mereka kembali ke depan untuk memakan siomay bersama-sama. Momen seperti ini terasa sangat hangat dan penuh kebersamaan. Suara tawa dan obrolan yang terdengar pun menandakan bahwa mereka sudah merasa saling kenal satu sama lain.
Para peserta juga mengabadikan momen ini untuk diposting di sosial media mereka dan dijadikan sebuah kenangan yang pastinya memiliki kisah tersirat di hati mereka.
Setelah kegiatan berakhir, beberapa peserta juga berbagi cerita tentang perasaan dan pengalaman mereka selama mengikuti kegiatan hari ini.
Salah satu peserta, yaitu Kak Arsal, ternyata sudah mengetahui tentang TGR sejak tahun 2016. Meskipun sudah mengenal TGR sejak lama, ia baru bisa merasakan bermain bersama pada tahun ini.
“Pastinya aku happy banget karena akhirnya aku dapat kesempatan bisa ikut main bareng sekarang. Aku juga dapat teman-teman baru yang asik,” ujar Kak Arsal.
“Aku paling suka permainan estafet sarung sih. Tapi semua permainannya seru-seru banget menurutku,” lanjut Kak Arsal.
Terlihat bahwa Kak Arsal sangat menikmati momen bermain bersama hari ini. Namun, tak hanya Kak Arsal saja, ada juga Kak Rifda dan Kak Shifa yang mengungkapkan isi hatinya.
“Hari ini tuh seru parah karena kita jadi nostalgia gitu inget masa kecil. Permainan jenga dan keprayan juga pertama kalinya aku mainin disini. Aku jadi tau kalo permainan tradisional ternyata sangat beragam, ya,” jelas Kak Rifda.
Selain Kak Rifda, Kak Shifa juga mengungkapkan bahwa ia merasa nostalgia dan seperti kembali menjadi anak-anak. Salah satu hal yang menurutnya terasa spesial adalah kebersamaan yang terjalin meskipun awalnya tidak saling mengenal.
“Padahal kita tuh awalnya nggak saling kenal, kan. Tapi setelah bermain bersama, aku jadi merasa dekat sama mereka. Bahkan kita juga saling mutualan Instagram dan selfie bersama,” ungkap Kak Shifa.
Saat ditanya tentang permainan favoritnya, Kak Shifa mengatakan, “Aku suka keprayan!!, bahkan sampai aku tulis nama permainannya biar ga lupa. Karena aku mau ajak keponakan ku untuk bermain bersama nanti.”
Berbeda dengan Kak Shifa, Kak Rifda justru menyukai permainan ular tangga kompetitif yang unik serta estafet sarung ring cone karena menurutnya permainan tersebut sangat seru dan heboh saat dimainkan bersama.
Kak Shifa dan Kak Rifda juga berharap semoga TGR bisa lebih sering mengadakan open volunteer agar semakin banyak orang yang bisa ikut terlibat untuk bermain bersama, dan merasakan keseruan permainan tradisional seperti yang mereka rasakan hari ini.

Potret Dengan Kak Arsal, Kak Shifa, dan Kak Rifda
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Bagi para peserta, ngabuburit kali ini terasa berbeda. Ada kehangatan dan keseruan yang meninggalkan kesan tersendiri di hati mereka. Tawa dan kebahagiaan terlihat dari senyum-senyum yang terus menghiasi wajah para peserta sepanjang permainan berlangsung.

Foto Bersama
(Dokumentasi TGR Community, 2026)
Ayo, ikuti terus keseruan-keseruan TGR yang lainnya!. Jangan sampai ketinggalan, karena setiap kegiatan TGR selalu membawa pengalaman serta kenangan bermain yang penuh makna. Lupakan Gadget-mu. Ayo Main di Luar! (FZA/ed.PAZ)
Writer: Hafizah Ridha Nazafi
Editor: Putri Aulia Zulfa
Graphic Designer: Indiana
Mitra Kolaborasi:
Copyright © 2017 - 2026 Traditional Games Returns All rights reserved.