Traditional Games Returns

Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!

Permainan Tradisional DI Yogyakarta

Senin, 31 Agustus 2026 ~ Oleh Traditional Games Returns ~ Dilihat 9 Kali

Halo, Sobat TGR! Siapa di antara Sobat TGR yang pernah jalan-jalan ke candi Prambanan atau jalan Malioboro? Jika pernah ke salah satu tempat tersebut, artinya Sobat TGR sudah menginjakkan kaki di provinsi Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Yogyakarta sendiri dikenal sebagai pusat budaya mengingat provinsi tersebut menjaga dan melestarikan kebudayaan Jawa, seperti Sekaten, penggunaan bahasa Jawa dalam keseharian, serta pelestarian Kawasan Cagar Budaya Keraton Yogyakarta.  

 

Bagi Sobat TGR yang belum pernah ke sana, ga perlu khawatir, ya! Sobat TGR dapat merasakan nuansa Yogyakarta melalui beberapa permainan tradisional yang berasal dari provinsi tersebut. Kira-kira permainan apa aja, ya? Biar ga penasaran, langsung aja simak penjelasan berikut ini, ya!

1. Mul-mulan

Sobat TGR tentunya udah familiar banget sama permainan tradisional mirip catur dengan peralatan dan cara bermain yang lebih sederhana. Salah satunya adalah permainan damdas yang sering dibawakan oleh TGR. Nah selain damdas, ternyata ada juga permainan tradisional olah pikir serupa yang berada di Yogyakarta, yaitu mul-mulan.

 

Potret Permainan Mul-mulan

(Nurhafizah Ainun, 2020)

 

Tujuan utama permainan ini adalah menghabiskan seluruh pion lawan untuk meraih kemenangan. Mul-mulan sendiri dimainkan dua orang. Sebelum bermain, Sobat tentunya perlu mempersiapkan peralatan permainan, seperti pion (bisa berupa kerikil, biji buah-buahan, tutup botol) dan arena permainan (bisa terbuat dari kertas biasa, karton, ataupun kardus) dengan pola gambar berikut.

 

Gambar Arena Permainan Mul-mulan

(TGR Community, 2026)

 

Terkait pion, masing-masing pemain mempunyai 9 buah untuk dimainkan. Sementara itu terkait arena permainan, terdapat 24 titik di mana para pion diletakkan. Jika peralatan sudah tersedia, maka saatnya untuk bermain! Sebagai pengingat nih Sobat, pastikan arena permainan kosong sebelum bermain.

 

Kondisi Arena Permainan sebelum Dimulai

(TGR Community, 2026)

 

Masing-masing pemain melakukan suit terlebih dahulu untuk menentukan giliran. Saat bermain, masing-masing pemain hanya boleh menaruh satu pion pada satu titik dalam arena permainan dan dilakukan secara bergantian. Jika seluruh pion milik kedua pemain telah berada dalam arena permainan, maka pion-pion tersebut dapat digeser oleh para pemain. 

 

Jika salah satu pemain berhasil menaruh tiga pion dalam satu garis lurus (baik secara vertikal, horizontal, maupun diagonal), maka ia mengatakan “mul” dan berhak mengambil satu pion lawan. Pada kondisi tersebut, pemain memiliki kebebasan untuk memilih pion mana yang diambil. Selain “mul”, pemain juga menyebutkan “gotong” dalam permainan mul-mulan.

 

Kondisi Pion Pemain saat Mengatakan “Mul

(TGR Community, 2026)

 

Seorang pemain mengatakan “gotong” jika menaruh pion di tengah dua pion milik lawan dalam satu garis lurus. Hasilnya, pemain tersebut dapat mengambil dua pion lawannya itu. Pemenang permainan mul-mulan adalah pemain yang berhasil mengambil seluruh pion lawannya atau membuat pion lawan tidak dapat bergerak lagi. 

Kondisi Pion Pemain saat Mengatakan “Gotong

(TGR Community, 2026)

 

Sementara itu, permainan dapat dikatakan seri jika masing-masing pemain hanya mempunyai 1 pion tersisa. Permainan mul-mulan tentunya dapat melatih pemainnya dalam mengatur strategi atau taktik dengan penuh ketenangan. Wah, kelihatannya seru nih, Sobat! Biar ga penasaran, Sobat bisa cobain di rumah bareng orang tua, ya!

2. Jirak

Jirak adalah permainan tradisional di mana setiap pemain bersaing masukin gacuk ke lubang atau wok supaya dapetin poin sebanyak-banyaknya. Jirak dimainin secara perorangan dengan jumlah pemain lebih dari dua orang. Maka dari itu, makin banyak yang bermain, makin seru dan sengit permainannya.

 

Dalam sejarahnya, permainan ini awalnya menggunakan buah jirak atau buah kemiri sebagai gacuk untuk dimainkan. Maka dari itu, nama permainannya adalah jirak. Walaupun begitu, mengingat sulitnya menemukan buah jirak untuk digunakan sebagai alat bermain, para pemain mulai menggantikannya dengan kelereng atau pecahan tembikar yang telah dihaluskan dan dibentuk menjadi bundar.

 

Terkait alat bermain, permainan jirak hanya membutuhkan gacuk kecil dan gacuk besar. Jumlah gacuk kecil saat bermain disesuaikan dengan banyaknya pemain, sedangkan gacuk besar hanya diperlukan 1 biji saja. Misalnya, jika terdapat 5 pemain yang terlibat dalam pertandingan, maka dibutuhkan 5 gacuk kecil dan 1 gacuk besar untuk bermain.

 

Ilustrasi Gacuk Kecil dan Gacuk Besar

(Sukirman dkk., 1983)

 

Setelah alat bermain tersedia, mari beralih ke pembuatan target atau sasaran dalam permainan jirak, yaitu wok atau lubang yang menjadi wadah penampung gacuk pemain. Untuk membuatnya, Sobat hanya perlu menggali tanah dengan diameter sebesar 8 cm dan kedalaman sebesar 5 cm. Selain wok, terdapat garis batas bagi para pelempar gacuk. Jarak antara garis batas tersebut dengan wok adalah sekitar 6 langkah kaki.

 

Gambar Wok dan Garis Batas bagi Pelempar

(TGR Community, 2026)

 

Setelah semuanya sudah siap, maka saatnya untuk bermain! Selain melakukan hompimpa, para pemain dapat menentukan urutan bermain dengan cara melemparkan gacuk masing-masing ke dalam wok. Pemain yang menempatkan gacuk dekat atau masuk ke dalam wok, akan bermain lebih dahulu. Jika ada beberapa pemain berhasil memasukkan gacuk, maka pemain yang tersusul harus melakukan lemparan ulang.

 

Gambar Pemain yang Memperoleh Giliran Pertama

(TGR Community, 2026)

 

Selanjutnya, pemain pertama mengambil seluruh gacuk milik pemain lain dan memperoleh 1 gacuk besar. Pemain melempar seluruh gacuk tersebut ke dalam lubang kecil yang menjadi target permainan. Setiap gacuk yang berhasil masuk ke dalam wok, memperoleh 1 poin. Selain itu, pemain juga berkesempatan mendapat 1 poin jika lemparan gacuk berikutnya berhasil mengenai 1 gacuk yang sudah terlempar sebelumnya di sekitar wok.

 

Gambar Dua Cara Memperoleh Poin

(TGR Community, 2026)

 

Setelah seluruh gacuk dilemparkan, pemain berikutnya mengambil giliran dan melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Pemain yang berhasil memperoleh poin terbanyak dinyatakan sebagai pemenang permainan jirak. Permainan jirak bermanfaat untuk melatih ketangkasan dan konsentrasi saat melemparkan gacuk.

3. Layung

Layung adalah permainan tradisional beregu di mana pemain melempar gendhok (bola khusus dari janur) ke area lawan sampai menyentuh tanah. Saat pemain melempar gendhok, pihak lawan bertugas untuk menangkap bola janur tersebut agar tidak menyentuh tanah. Kalo diliat-liat nih, cara bermain layung mirip dengan permainan lempar tangkap bola kasti. Kelompok yang berhasil melempar gendhok hingga menyentuh tanah di area lawan, bakal ngedapetin 1 poin. 

 

Permainan layung dimainkan oleh dua tim, di mana masing-masing tim terdiri dari 4-8 orang. Jumlah anggota kedua tim harus seimbang agar permainan berjalan dengan adil. Arena permainan layung memiliki panjang sekitar 20 langkah kaki dan lebar sekitar 7 langkah kaki. Arena tersebut terbagi menjadi 2 area yang dibatasi oleh sebuah garis.

 

Gambar Arena Permainan Layung

(TGR Community, 2026)

 

Selain arena, Sobat TGR juga perlu menyiapkan alat bermainnya, yaitu gendhok. Gendhok merupakan sebuah bola yang dibuat dari dua helai anyaman janur. Gendhok mempunyai ukuran yang sama dengan bola kasti walaupun bentuknya hampir menyerupai kubus. Terkadang gendhok diisi dengan kerikil agar mencapai berat yang diinginkan.

 

Gambar Gendhok
(Sukirman dkk., 1983)

 

Sobat TGR dapat menggunakan benda lain jika tidak mempunyai janur untuk membuat gendhok, antara lain seperti bola kasti, bola plastik, ataupun gumpalan kertas yang dibasahi air dengan ukuran mirip bola kasti. Sebelum memulai permainan, perwakilan kelompok melakukan suit untuk menentukan kelompok yang pertama melakukan lemparan. Permainan layung mempunyai aturan yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  1. Kelompok pelempar gendhok memperoleh 1 poin jika:

  • Lawan tidak berhasil menangkap gendhok secara langsung.

  • Gendhok yang sempat ditangkap oleh lawan, justru terlepas dari genggamannya dan jatuh ke tanah.

  1. Kelompok pelempar gendhok memberikan 1 poin kepada lawannya jika:

  • Pemain menginjak garis batas di tengah lapangan saat melempar gendhok.

  • Gendhok yang dilempar ternyata jatuh di luar arena atau jatuh di area sendiri.

  1. Kelompok dapat mengambil giliran kembali setelah berhasil memperoleh poin.

  2. Sebuah kelompok dinyatakan sebagai pemenang apabila berhasil mencapai 15 poin lebih awal dari lawannya.

 

Ilustrasi Permainan Layung

(TGR Community, 2026)

 

Permainan layung mendorong pemainnya untuk bekerja sama sebagai tim untuk meraih kemenangan. Selain itu, para pemain juga dapat melatih refleks saat menangkap gendhok seperti kiper sepak bola. Seru banget! Setelah membaca cara dan aturan bermain layung, Sobat TGR boleh mencoba permainannya.

 

Itulah tiga permainan tradisional yang berasal dari provinsi DI Yogyakarta. Ada permainan olah pikir dan juga ketangkasan. Sobat TGR jangan lupa mencoba tiga-tiganya, ya! Maka dari itu, “Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar!”.

 

Referensi:

Dharmamulya, S; dkk. (2005). Permainan tradisional Jawa. Kepel Press.

Dharmomuyo, S., Rumidjah, J. S., & Hadisukatno, H. (1983). Permainan anak-anak Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Khamadi, K., & Senoprabowo, A. (Oktober 2017). Adaptasi permainan papan tradisional ke dalam permainan digital dengan pendekatan Atumics: Studi kasus permainan Mul-Mulan. In Seminar Nasional Seni dan Desain 2017 (pp. 386-393). State University of Surabaya.

Writer : Henrique

Editor : Samuel Wangsa

Graphic Designer : Diana

QC/Publisher : Samuel Wangsa

Komentari Tulisan