Halo, Sobat TGR! Siapa yang tahu berapa jumlah negara di Asia Tenggara? Yaps, betul! Ada sebelas negara, di antaranya adalah Indonesia, Malaysia, Myanmar, Singapura, Brunei Darussalam, Kamboja, Thailand, Filipina, Vietnam, Laos, dan juga Timor Leste. Dari kesebelas negara tersebut tentu memiliki ciri khas dan budayanya masing-masing. Salah satu wujud budaya yang masih lestari di Asia Tenggara adalah permainan tradisional.
Permainan tradisional merupakan bagian dari budaya suatu masyarakat yang memperlihatkan keterkaitan antara budaya dan identitas masyarakat. Keberagaman permainan tradisional di kawasan Asia Tenggara menunjukkan adanya kedekatan nilai-nilai sosial serta interaksi antar masyarakat. Melalui permainan tradisional, nilai-nilai luhur seperti sportivitas, kerja sama, dan kreativitas diajarkan secara menyenangkan dari generasi ke generasi.
Karena kedekatan geografis, banyak negara Asia Tenggara memiliki kemiripan jenis permainan, seperti sepak takraw, gobak sodor, dan lompat tali. Kesamaan ini membuktikan adanya interaksi budaya yang erat di kawasan Asia Tenggara sejak dahulu kala. Yuk, mari kita sama-sama belajar mengenal permainan tradisional yang ada di negara Asia Tenggara.
Permainan tradisional di Indonesia sangat beraneka ragam. Dari ujung barat hingga ujung timur, setiap wilayah memiliki permainan tradisionalnya sendiri. Salah satu yang paling terkenal adalah permainan Gobak Sodor. Permainan yang sudah ada sejak masa lampau ini dimainkan dengan cara membagi dua tim yang setiap timnya terdiri dari tiga hingga lima orang. Satu tim menjadi penjaga dan tim lainnya menjadi penyerang.

Beberapa Anak sedang Bermain Gobak Sodor
(iNews Jateng, 2023)
Memiliki kedekatan geografis dengan Indonesia membuat jenis permainan tradisional yang ada di Malaysia tidak jauh berbeda pula. Contohnya, olahraga Sepak Takraw, yaitu permainan olahraga yang dimainkan dengan cara saling mengoper bola rotan menggunakan kepala dan kaki agar melewati jaring. Hal tersebut mirip dengan cara memainkan permainan serupa di beberapa negara Asia Tenggara lainnya.

Empat Orang sedang Bermain Sepak Takraw
(TraditionalGamesinMalaysia.blogspot.com, 2012)
Serupa dengan sepak takraw, Myanmar memiliki Chinlone. Permainan ini hampir sama dengan sepak takraw yang sama-sama menggunakan bola rotan yang dianyam. Uniknya, tujuan dari permainan ini bukan untuk mengalahkan lawan, akan tetapi untuk menampilkan keindahan gerakan akrobatik dan keterampilan menendang.

Permainan Chinlone Myanmar
(Asian Tour Myanmar, 2021)
Capteh adalah permainan tradisional populer asal Singapura yang menggunakan "kok". Permainan ini mengandalkan keseimbangan dan kelincahan untuk menendang capteh agar tetap melayang di udara. Setiap tendangan yang berhasil menjaga capteh tidak jatuh dihitung sebagai satu poin, dan giliran akan berpindah jika capteh menyentuh tanah.

Kok Capteh
(Carnival World, 2022)
Gasing masih tetap eksis di negara ini sebagai sarana hiburan penghilang jenuh setelah bekerja. Gasing dimainkan dengan cara melilitkan tali pada badan gasing, lalu melemparkannya ke tanah sambil menarik tali dengan cepat agar gasing berputar. Mirip dengan permainan gasing di Indonesia juga, bukan?

Anak-anak sedang Bermain Gasing
(Kompas.com, 2009)
Chol Chhoung merupakan salah satu permainan yang paling terkenal di negara ini. Permainan ini dimainkan dengan cara melempar selendang yang dimainkan oleh dua kelompok pria dan wanita, yang biasanya dilakukan saat Tahun Baru Khmer. Permainan yang bertujuan untuk kegembiraan serta ikatan sosial antar pemain ini masih lestari hingga saat ini.

Permainan Chol Chhoung
(Asia King Travel, 2025)
Permainan tradisional yang unik dari negara ini salah satunya adalah Muay Thai. Muay thai menjadi salah satu permainan olahraga bela diri. Permainan ini menggunakan sikutan, tendangan, dan juga tinju. Biasanya dikenal juga sebagai permainan olahraga ataupun pertunjukkan.

Dua Orang Melakukan Pertunjukkan Muay Thai
(Rosie Allon, 2025)
Negara ini juga memiliki permainan yang hampir sama dengan Indonesia lho, salah satunya adalah Sungka. Sungka sendiri adalah permainan kuno Filipina yang bentuknya hampir mirip congklak yang ada di Indonesia. Alat yang digunakan adalah papan sungka dengan 16 lubang, dan kerang ataupun biji-bijian. Uniknya, sungka sering dicari sebagai oleh-oleh karena bentuk dan ukirannya yang unik dan indah.

Permainan Sungka
(Tagalog Lang, 2021)
Negara ini juga memiliki banyak jenis permainan tradisional, salah satunya adalah Keo Co. Permainan ini sangat mirip dengan tarik tambang di Indonesia. Permainan Keo Co ini melibatkan dua tim yang saling menarik sebuah tali kuat untuk menarik lawan agar melewati garis batas yang ditentukan. Manfaatnya pun sangat baik untuk fisik, karena melatih kekuatan otot tangan dan kaki, serta keseimbangan dan ketahanan fisik.

Enam Orang sedang Bermain Keo Co
(Wave Break Media, 2017)
Negara dengan ibu kota Vientiane ini juga memiliki permainan tradisional yang tak jauh berbeda dari Indonesia. Permainan sepak takraw disini dikenal dengan nama Te Ka Tor. Permainan ini memerlukan peralatan berupa bola rotan atau plastik yang dianyam, net, dan lapangan berukuran persegi panjang.

Permainan Te Ka Tor
(Awazo.com, 2018)
Negara ini juga tak kalah dalam hal kebudayaan terutama dalam permainan tradisional, di antaranya ada Kaleik. Permainan ini mirip dengan permainan kelereng, pemain menggunakan batu kali untuk untuk menembak biji lawan keluar dari area permainan. Permainan seperti ini sangat seru, sehingga sangat populer di kalangan anak-anak dan remaja.

Seorang Anak sedang Bermain Kaleik
(Malte Maschitzki)
Nah, Sobat TGR, itu tadi beberapa jenis permainan tradisional di negara-negara Asia Tenggara yang ternyata memiliki kemiripan antara satu dengan yang lain. Sayangnya, keberadaan permainan tradisional di era yang serba modern kini semakin terpinggirkan akibat gempuran permainan digital. Anak-anak zaman sekarang lebih suka bermain game online di gadget mereka daripada berkumpul bersama anak seusianya untuk memainkan permainan daerah.
Sebagai generasi yang menghargai budaya, kita sebaiknya mengajak generasi muda untuk kembali melestarikan permainan tradisional. Selain bisa menjadi momen berkumpul bersama teman sebaya, permainan daerah juga bisa menjadi jembatan untuk melatih kerjasama sejak dini. Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Luar!
Writer: Kiki Nurul Aida
Editor: Andini Haniyatur Riza
Graphic Designer: Diana
Referensi :
Aida, K. N. (2025). Macam-macam permainan tradisional dari Asia Tenggara. TGR Campaign. https://tgrcampaign.com/read/312/macam-macam-permainan-tradisional-dari-asia-tenggara
Phong, T. (2025, 27 Desember). Most attractive traditional games in Cambodian New Year. Asia King Travel. https://www.asiakingtravel.com/blog/most-attractive-traditional-games-cambodian-new-year.html
Paramitha, D. (2025, 9 April). Childhood in motion: 10 traditional games from Southeast Asia you might’ve played. Seasia GoodNews from Southeast Asia. https://seasia-co.translate.goog/2025/04/09/childhood-in-motion-10-traditional-games-from-southeast-asia-you-mightve-played?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc
Mitra Kolaborasi:
Copyright © 2017 - 2026 Traditional Games Returns All rights reserved.